Seberapa Penting Peran Data Storytelling
Data Storytelling Insight

Seberapa Penting Peran Data Storytelling

Penyajian informasi yang menarik dan mudah dipahami menjadi kebutuhan banyak perusahaan hari ini. Baik saat memberikan data terkait capaian perusahaan atau pun program-program yang akan dicapai.

Namun, penyajian data saja tidak cukup, sebab tidak semua orang mampu membaca dan memahami sebuah data dengan baik. Padahal perusahaan butuh data yang akurat saat mengambil keputusan atau kebijakan dalam pengembangan bisnis.

Kondisi tersebut membuat sebuah inovasi baru lahir, yaitu data storytelling sebagai solusi untuk menyajikan data yang kompleks dalam konten yang dikemas dalam narasi yang lebih simple dan mudah untuk dipahami.

Data storytelling dinilai sebagai sebuah metode paling efektif untuk menyampaikan sebuah pesan yang mengandung data melalui narasi yang menarik. Data merupakan gambaran dari fakta, dan dengan ditambah narasi atau cerita akan memberikan konteks terkait fakta tersebut.

 

Apa itu Data Storytelling?

Data storytelling merupakan sebuah metode untuk menyampaikan konten dimana data sebagai pokok utama pesan yang dikemas dengan narasi yang ringkas dan menarik. Data storytelling menitikberatkan pada penyampaian informasi, wawasan dan solusi atas permasalahan berdasarkan data-data yang akan dijadikan acuan bagi perusahaan dalam mengambil keputusan.

Data storytelling kini telah menjadi salah satu skill yang dibutuhkan dalam pengembangan bisnis khususnya pada penguatan digitalisasi perusahaan. Karena akan memberikan kemudahan perusahaan untuk menjangkau audiens yang lebih luas di sosial media.

Mulai dari Mana?

Mulai dari Mana?

Secara umum data storytelling terdiri dari sejumlah komponen, yaitu data yang akan disampaikan, lalu visual, kemudian narasi dan audiens.

Hal pertama yang harus dianalisa dalam membuat data storytelling adalah mengetahui audiens yang akan menjadi target dari pesan yang akan disampaikan. Mulai dari latar belakang umur audiens, gender, pendidikan, pekerjaan, hingga keyakinan atau kepercayaan. Hal ini penting untuk mempermudah kita dalam memilih data dan narasi yang dekat dengan audiens.

Kemudian, setelah kita memetakan target audiens dari pesan tersebut, maka tahap selanjutnya kita bisa menyiapkan data yang sesuai dan relevan dengan audiens. Untuk mendukung kevalidan data kita bisa riset data dari berbagai sumber yang kredibel, seperti layanan data  resmi oleh pemerintah di laman data.gov.id

Setelah mengumpulkan data yang akan disampaikan, selanjutnya mulai merancang data dalam visual yang akan ditampilkan. Terdapat berbagai jenis visual mulai dari diagram,tabel dan infografik dengan menggunakan sejumlah aplikasi design seperti Adobe Illustrator, Corel Draw, Canva dan lain-lain.

Nah, setelah data dan visual rampung, tahapan berikutnya yaitu menyusun narasi atau cerita yang akan disampaikan. Pilih kalimat yang sederhana dan tidak bertele-tele agar pesan yang ingin disampaikan mudah dipahami audiens.

Tips-tips Data Storytelling

Tips-tips Data Storytelling

Data storytelling telah menjadi tren sejak penggunaan sosial media tidak lagi sebatas berbagai kegiatan pribadi. Namun juga untuk pengembangan dan promosi usaha dan bisnis.

Berikut sejumlah tips bagaimana perusahaan memaksimalkan data storytelling dalam menjangkau audiens lebih luas

1.Riset

Data yang yang disampaikan harus valid dan sesuai dengan fakta, sehingga perlu riset yang mendalam agar data yang disampaikan merupakan hal yang dicari dan dibutuhkan oleh audiens. Kamu juga bisa meriset data-data penunjang lainnya untuk membuat data story yang disampaikan lebih beragam.

2. Design yang ramah

Visual akan menjadi kesan pertama saat audiens untuk melihat konten yang kamu sampaikan. Maka, pemilihan warna, ukuran font hingga ilustrasi pendukung harus menarik dan simpel agar audiens tertarik untuk melihat konten yang disajikan.

3. Pilih Grafis yang Cocok

Visuaslisasi ini sangat penting karena akan menyajikan data-data yang kompleks dan banyak dalam bentuk yang lebih simple. Kamu juga harus cermat dalam memilih jenis visual, karena setiap data dan visual mempunyai klasifikasi yang berbeda-beda.

Terdapat berbagai jenis visual dan aplikasi yang bisa dipakai untuk mengolah data dalam bentuk bagan, grafik, tabel ataupun diagram. Seperti grafik batang cocok untuk menampilkan perkembangan sebuah data dari waktu ke waktu, seperti perkembangan bisnis perusahaan dari tahun ke tahun. Kemudian Pie Chart yang biasa digunakan untuk menunjukan komposisi atau besaran persentase suatu data. Lalu juga ada scatter plot untuk menyajikan data tentang hubungan dari dua buah variabel.

4. Kata-Kata yang Memancing

Kita sering terjebak dengan pemilihan judul artikel-artikel di sosial media karena menggunakan kata-kata yang clickbait yang memancing kita untuk membaca konten tersebut. Hal itu cukup ampuh sebagai formula dalam menarik audiens, namun dengan catatan konten yang disajikan harus sesuai dengan konteks dari pesan yang akan disampaikan.

5. Otentik dan Unik

Hal lain yang menarik dalam desain grafis adalah ciri khas sebagai identifikasi bagi audiens, baik keunikan dalam visual maupun narasi. Kamu bisa menyusun formula yang sesuai dalam data storytelling untuk membuat keunikan sehingga dapat dengan mudah dikenali oleh audiens.

Tidak salah bila data storytelling kini telah menjadi kebutuhan perusahaan hari ini terutama untuk menunjang bisnis di era digital. Dengan sajian tadi semoga membantu kamu untuk lebih maksimal dalam menggunakan data storytelling untuk pengembangan bisnis perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.