6 Kunci Sukses Siap Hadapi Gebrakan Transformasi Digital Akibat Covid-19

Insight

Covid-19 datang dan mengguncang dunia bisnis. Terjadi perubahan besar-besaran dan sangat cepat ketika kebijakan baru untuk tetap #DiRumahAja menjadi sebuah keharusan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Covid-19 memantapkan langkah semua bisnis untuk melakukan percepatan transformasi, siap tidak siap harus berubah. Oleh karena itulah, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh perusahaan, dalam mempersiapkan diri dan mengelola bisnis  agar  menghadapi proses transformasi digital dengan tepat sasaran. Berikut diantaranya.

  1. Komunikasikan Tujuan & Rencana Perusahaan dalam Melakukan Transformasi Digital
    Tranformasi digital sangat penting. Perusahaan harus menetapkan alasan mengapa teknologi digital penting dan bagaimana karyawan mengimplementasikannya. Karyawan akan lebih bisa memahami dan termotivasi untuk menggunakan teknologi tersebut. Selain itu, Anda juga bisa menjelaskan mengenai hasil yang ingin dicapai oleh perusahaan dengan penggunaan teknologi digital.
    Beberapa contoh tujuan menggunakan dashboard khusus atau aplikasi “checklist” operasional adalah sebagai berikut:

    • Standardisasi laporan dan sistem inspeksi di seluruh cabang perusahaan
    • Memperbaiki proses manajemen operasional yang kurang efisien
    • Riwayat pelatihan dan pengukuran kompetensi karyawan lebih rapi dan terencana serta meminimalisasi pemalsuan data yang dapat diakses melalui perangkat digital secara daring (online).
  1. Investasi Teknologi Baru
    Transformasi digital adalah integrasi teknologi digital ke dalam semua sektor bisnis. Tentu, hal ini memudahkan perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis yang sukses.Teknologi, tentu saja, adalah pendorong utama. Proyeksi International Data Corporation (IDC) memperkirakan persentase perusahaan yang melakukan transformasi digital akan meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2020, dari 22 persen menjadi 50 persen. Alokasi anggaran untuk digitalisasi pun meningkat dari 18 persen pada 2017, menjadi 28 persen tahun 2018 untuk perusahaan pada umumnya. Sementara, untuk perusahaan-perusahaan besar, peningkatannya adalah dari 34 persen tahun ini menjadi 44 persen tahun depan.Namun, sejumlah perusahaan tidak melakukan proses transformasi dengan tepat karena adanya kebingungan mendasar tentang apa transformasi digital sebenarnya.
  2. Berikan Pelatihan Teknologi Bagi Karyawan
    Tidak semua karyawan fasih menggunakan teknologi. Terkadang, karyawan yang fasih menggunakan teknologi pun butuh sedikit waktu untuk mengenal aplikasi yang baru saja ia gunakan. Maka dari itu, perusahaan sebaiknya memfasilitasi pelatihan kepada seluruh divisi maupun karyawan yang ada. Terlebih lagi bila teknologi digital yang digunakan masih baru. Komunikasikan dengan perusahaan penyedia solusi transformasi digital apakah mereka menyediakan pelatihan bagi karyawan Anda karena akan sangat mendukung proses percepatan literasi teknologi dan adaptasi bagi karyawan menggunakan teknologi terbarukan tersebut.Lihat juga:  https://itgid.org/pelatihan/
  3. Gunakan pendekatan customer-centric
    Dunia bisnis memiliki acuan ‘perubahan perilaku dan preferensi pelanggan’ sebagai penggerak utama transformasi digital, kurang dari 50% pelaku bisnis berinvestasi dalam memahami pelanggan digital, menurut laporan Altimeter.Beberapa memulai dengan benar melalui pendekatan luar-dalam, melihat sesuatu yang rusak atau hilang untuk memecahkan masalah dan kemudian melibatkan ROI dan indikator kinerja utama (KPI) untuk menunjukkan kemajuan dan kesuksesan. Perusahaan yang “customer centric” memperhatikan perjalanan pelanggan (customer journey) atau bagian dari perjalanan tersebut. Mereka pun memperhatikan setiap peluang lebih besar yang muncul sehingga mereka dapat memenangkan peluang tersebut.
  4. Memelihara kolaborasi
    Semua tim berbagi praktik untuk menguji integrasi dan pengiriman berkelanjutan, sehingga semua solusi layanan TI yang beralih ke digital mendapat manfaat. Perusahaan diharapkan melakukan standardisasi “chain tool” dan seperangkat “best-practice” yang kemudian diperluas dengan membangun komunitas di sekitar dev-ops.Diperlukannya kordinasi dan interaksi tatap muka untuk mempererat hubungan antar tim yang terpisah secara geografis maupun dalam kondisi yang tidak memungkinkan adanya kontak fisik, seperti “social distancing” yang dijalankan seluruh negara akibat covid-19
  5. Keberhasilan dan Evaluasi untuk Proses Optimalisasi
    Mencatat hasil apa saja yang didapat selama dan sesudah digitalisasi yang dilakukan di perusahaan. Tentukan Key Performace Indicators (KPI) yang akan digunakan untuk evaluasi sebelum implementasi teknologi dijalankan. KPI tersebut akan digunakan untuk mengevaluasi apakah hasil yang didapatkan sudah sesuai dengan tujuan digitalisasi perusahaan. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk mengetahui aspek apa yang perlu ditingkatkan dan hal apa saja yang patut dipertahankan.

Demikianlah 6 tips untuk membantu karyawan dan perusahaan dalam proses persiapan transformasi digital. Sudahkah perusahaan Anda menjalankan transformasi digital untuk operasional perusahaan yang lebih efisien? Jika Anda sedang mencari mitra kerjasama (partner) teknologi terkait operasional perusahaan, kami punya solusinya klik disini

Bagikan Artikel:

Artikel Lainnya

Menu
Open chat