Kode QR Standard Indonesia

Insight, Tips

Kode QR Standard Indonesia

Berdirinya Budi Utomo pada hari ini, lebih dari satu abad lalu menandai bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, serta nasionalisme untuk memperjuangkan negara. Di masa kini, ada banyak jalan untuk melakukannya. Salah satunya ialah degan membuat standard nasional teknologi-teknologi yang ada. Tahun lalu Bank Indonesia sebagai salah satu regulator mengembangkan metode pembayaran bernama QRIS.

 

Yuk, cari tahu lebih lanjut!

Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS (dibaca KRIS) adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. QRIS sendiri pertama diluncurkan oleh Bank Indonesia pada 17 Agustus 2019, dan diharapkan pada tanggal 31 Desember 2019 pihak-pihak yang terlibat dalam penggunaan QR Code pembayaran telah menyeseuiakan dengan standardisasi ini.

Apa itu QR Code?

QR Code adalah sebuah kode matriks 2 (dua) dimensi, terdiri atas penanda tiga pola persegi pada sudut kiri bawah, sudut kiri atas dan sudut kanan atas, memiliki modul hitam berupa persegi, titik atau piksel, dan memiliki kemampuan menyimpan data alfanumerik, karakter dan simbol.

Dalam sistem pembayaran, QR Code adalah pengembangan teknologi yang membantu perangkat dalam mengirim sejumlah data agar kegiatan yang dilakukan bisa terlaksana dengan cepat, efisien, dan simpel khususnya dalam transaksi pembayaran.

Bagaimana cara kerja QR Code?

Kode QR menampilkan berbagai informasi melalui kode grafis piksel hitam dan putih. Kode QR sendiri merupakan barcode yang telah ditingkatkan. Dinilai kuat dan tahan lama dengan kapasitas dan keakuratan yang lebih besar daripada barcode.

Blok persegi yang digunakan untuk mengarahkan kode ketika dipindai. Ini memungkinkan kode dipindai di setiap orientasi, termasuk dalam posisi terbalik. Dalam kode QR terdapat susunan empat blok (tiga di masing-masing sudut dan satu di kanan bawah) yang memungkinkan kode untuk diterjemahkan dengan benar. Kode QR dikelilingi oleh area ruang putih yang disebut “quiet zone” yang membantu pembaca menemukan tepi kode.

Kode QR dibaca dari sudut kanan bawah dengan piksel berisi satu byte per 8 piksel. Pola bit yang ditampilkan bergantung pada bagaimana kode QR dikodekan. Pola empat bit di kanan bawah kode QR sendiri menentukan bagaimana bit akan diterjemahkan.

Mengapa BI mendukung pembayaran menggunakan QR Code?

Layanan sektor keuangan dan pembayaran berbasis nontunai bermanfaat dan bagi ekonomi dan masyarakat. Diantara manfaatnya adalah efisiensi dan efektivitas layanan pembayaran non tunai di sektor retail yang inklusif khususnya segmen mikro, mengakselerasi berbagai program terkait keuangan inklusif dan nontunai serta mendorong kolaborasi di ekosistem pembayaran.

Hal tesebut mendorong BI untuk mencari strategi dan cara yang sesuai agar transaksi retail dapat dilakukan secara non tunai dengan cepat dan praktis antara lain dapat dilakukan dengan QR Code.

QR Code payment dapat menjadi salah satu insiatif Indonesia dalam menyongsong ekonomi digital karena banyak turunan transaki digital lainnya yang dapat dikembangkan berdasarkan data transaksi customer dari QR Code payment tersebut.

Apa yang dimaksud dengan QRIS?

Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code dari Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code menjadi lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. QRIS bukanlah aplikasi baru, melainkan sebuah standar nasional QR Code yang diwajibkan bagi seluruh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang menggunakan QR.

Sebelum terstandardisasi dengan QRIS, aplikasi pembayaran hanya dapat melakukan pembayaran pada merchant yang memiliki akun dari PJSP yang sama karena QR code yang digunakan tidak terstandarisasi. Saat ini, dengan adanya standar QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari PJSP apapun dapat melakukan pembayaran menggunakan QR code di seluruh merchant meskipun PJSP yang digunakan berbeda. Selain itu, standar QRIS juga memudahkan merchant dalam menerima pembayaran dari aplikasi apapun hanya dengan membuka akun pada salah satu PJSP penyelenggara QRIS. merchant sudah memiliki banyak QR code dari berbagai PJSP juga dimudahkan karena seluruh akun yang dimilikinya dapat menerima pembayaran hanya dengan satu QR code QRIS.

Apakah proses transaksi menggunakan QRIS berbeda dengan cara pembayaran sebelumnya menggunakan aplikasi?

Proses transaksi dengan QRIS tetap menggunakan aplikasi pembayaran QR yang sudah ada. Yang berbeda hanya QR Code yang digunakan sekarang dapat di-scan menggunakan aplikasi pembayaran QR apapun meskipun disediakan oleh PJSP yang berbeda. Selain itu, setiap merchant QRIS memiliki National merchant ID (NMID unik yang dapat digunakan oleh konsumen sebagai tambahan informasi selain nama merchant, untuk mencocokkan pihak penerima transaksi pada saat membayar.

Apa saja persyaratan bagi pihak yang akan menjadi penyelenggara QRIS?

Semua penyelenggara QR Code wajib mendapat persetujuan Bank Indonesia untuk menerapkan layanan bebasis QR dan mengacu pada ketentuan mengenai QRIS yang berlaku. Syarat utama antara lain kehandalan sistem dan aplikasi, kemampuan mengindentifikasi dan memitigasi risiko, kemampuan melindungi nasabah seperti dispute resolution yang mudah dan tentunya kemampuan memonitor transaksi di merchant dan nasabah yang mumpuni serta proses registrasi (KYC) nasabah dan merchant yang benar.

Apakah QRIS merupakan standar yang kompatibel dengan standar internasional?

QRIS disusun dengan menggunakan standar internasional EMV Co. Standar ini disusun diadopsi untuk mendukung greater interconnection dan bersifat open source serta mengakomodasi kebutuhan spesifik negara sehingga memudahkan interoperabilitas antar penyelenggara, antar instrument, termasuk antar negara. Saat ini format tersebut juga telah digunakan di berbagai negara seperti India, Thailand, Singapore, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dll. Kedepan, Bank Indonesia akan bekerjasama dengan negara lain untuk mengembangkan interoperabilitas QRIS dengan standar QR code di negara lain.

Sejauh ini bagaimana akseptasi QRIS di masyarakat?

Sampai dengan saat ini QRIS telah tersedia di seluruh provinsi dan hampir seluruh kabupaten kota di Indonesia. QRIS telah digunakan oleh pedagang kecil di pasar tradisional, mall, universitas, sekolah, tempat ibadah, lembaga sosial dan keagamaan, tempat pariwisata, bayar parkir, retribusi pemda, dan lainnya.

Siapa saja yang dapat menggunakan QRIS?

Siapa saja yang memiliki ponsel dengan kamera dan konektivitas data, serta akun pembayaran elektronik dapat melakukan pembayaran melalui QRIS.

Apakah keuntungan yang didapat oleh konsumen ketika menggunakan QRIS?

Dengan QRIS, konsumen bisa lebih fleksibel dalam memilih aplikasi pembayaran dengan QR code ketika melakukan transaksi. Konsumen yang sebelumnya dihadapkan dengan QR code dari berbagai penyedia aplikasi sebelum melakukan transaksi pembayaran, sekarang hanya dihadapkan dengan satu QR code yaitu QRIS yang dapat dibayar melalui aplikasi pembayaran QR apapun.

Oh ya, Proxsis Group telah menggunakan kode QR ini untuk memudahkan user dan memberikan experience terbaik. Penasaran? Yuk coba scan gambar di bawah ini.

—————————————————————————————————————————————————————————

Selamat Hari Kebangkitan Nasional

—————————————————————————————————————————————————————————

Artikel Lainnya

Menu
Open chat
Powered by